apa saja hukum bacaan tajwid surat al furqan ayat 63
وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجٰهِلُونَ قَالُوا سَلٰمًا
"Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, "salam,""
(QS. Al-Furqan 25: Ayat 63)
Ada hukum :
- Idgham Bighunnah pada lafadz هَوْنًا وَإِذَا yakni tanwin bertemu wawu, dibaca lebur disertai dengung dan ditahan 2 harakat
- Mad Iwadh pada lafadz سَلٰمًا yakni mad yang terjadi pada akhiran fathahtain (dibaca waqaf).Cara bacanya harakat fathahtain diganti harakat fathah dengan panjang 2 harakat/ 1 alif
- Ra' tafkhim yakni huruf ra' yang dibaca tebal, pada lafadz الرَّحْمٰنِ danالْأَرْضِ
- Mad Thabi'i atau Mad asli yakni apabila ada huruf mad (أ،ي،و) didahului fathah/dhammah maupun kasrah.Yakni terdapat pada lafadz yang bercetak tebal.Dibaca panjang 2 harakat/1 alif.
- Mad Badal yakni apabila hamzah dengan mad bertemu di satu kata.Dibaca 2 harakat / 1 alif pada lafadzالرَّحْمٰنِ ,الْجٰهِلُونَ
- Alif Lam Qomariyah, yakni lam ta'rif yang dibaca jelas/idzhar, terdapat pada lafadzالْجٰهِلُونَ,الْأَرْضِ
- Alif Lam Syamsiyah, yakni lam ta'rif yang tidak dibaca melainkan idgham/masuk huruf setelahnya,terdapat pada lafadzالرَّحْمٰنِ